Feeds:
Pos
Komentar

Sistem Pakar

Sistem Pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.

Keuntungan sistem pakar :

1.       Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan para ahli.

2.       Bisa melakukan proses berulang secara otomatis.

3.       Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.

4.       Meningkatkan output dan produktivitas.

5.       Meningkatkan kualitas.

6.       Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar.

7.       Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya.

8.       Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.

9.       Memiliki realibilitas.

10.   Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.

11.   Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.

12.   Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.

13.   Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.

14.   Menghemat waktu dalam pengambilan masalah.

Kelemahan sistem pakar :

1.       Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.

2.       Sulit dikembangkan.

3.       Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.

Konsep dasar sistem pakar

Menurut Efraim Turban, sistem pakar harus mengandung :

Keahlian

Ahli

Pengalihan keahlian

Inferensi

– Aturan

Kemampuan menjelaskan

Ciri-ciri SP :

1.       Memiliki fasilitas informasi yang handal.

2.       Mudah dimodifikasi.

3.       Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.

4.       Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Bentuk SP :

– Berdiri sendiri. Merupakan software yang berdiri sendiri, tidak tergabung dalam software lain.

– Tergabung. Merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional).

– Menghubungkan ke software lain. Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.

Elemen SP :

a.       User interface (antarmuka) : mekanisme komunikasi antar user dan ES.

b.      Explanation facility (subsitem penjelasan) : digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara iteraktif.

c.       Working memory : database global dari fakta yang digunakan dalam prosedur.

d.      Agenda : daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh motor inferensi dan direkam dalam working memory.

e.      Inference engine (motor inferensi) : program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi –informasi dalam basis pengetahuan untuk memformulasikan konklusi.

f.        Knowledge acquisition facility : berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan, dan menyelesaikan masalah.

Beberapa sistem pakar yang terkenal :

1.       MYCIN : dianosa penyakit.

2.       DENDRAL : mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tidak dikenal

3.       XCON & XSEL : membantu konfigurasi sistem komputer besar

4.       SOPHIE : analisis sirkuit elektronik

5.       PROSPECTOR : digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit.

6.       FOLIO : membantu memberikan keputusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi

7.       DELTA : pemeliharaan lokomotif listrik diesel.

 

nama : Yoelan Noviana Listyanti

npm : 10508240

kelas : 4 PA 03

Apa itu Bakat?

Menurut Ibu Efnie Indriani, M.Psi dan Andrian B. Hidayat, Inborn Potentials Practicioner, Bakat adalah salah satu unsur potensi yang dibawa seseorang yang dibawa dari lahir. Bakat kuat memiliki respon spontanitas tercepat seseorang ketika distimulasi merujuk pada kemampuan spesifik yang berhubungan dengan kecerdasan, bentuk stimulasi bisa seperti menggambar, menyanyi, menari, dll.

Spesifik berbicara bakat, bakat kuat yg ditunjukkan dengan 3-5 grafik terpanjang pada Report Analisa Sidik Jari tersebut adalah respon spontan yg tinggi. Artinya pada area 3-5 grafik terpanjang tersebut memiliki respon spontanitas yang lebih cepat. Menurut Ibu Efnie Indriani, M.Psi, akan sama saja, jika tidak distimulasi maka bagian otak yang mengatur kecepatan dalam merespon bakat tersebut itu tidak akan terlatih.

Respon spontanitas tersebut jika distimulasi dalam keseharian akan menghasilkan sesuatu karya atau hasil yang optimal dalam kehidupan seseorang. Dan biasanya sesuatu yang dikerjakan secara optimal tersebut merupakan passion atau panggilan jiwa sehingga mengerjakan sepenuh hati dan jiwa.

Berdasarkan report Analisa Sidik Jari, dapat terlihat bentuk-bentuk grafik yang memperlihatkan mana area yang memiliki respon spontan yang cepat dan yang lebih lama.

Akhirnya akan muncul pertanyaan baru, apakah aktifitas yang menjadi pekerjaan yang sedang kita jalani adalah sekadar profesi hanya supaya mendapat penghasilan atau panggilan jiwa yang akhirnya bukan sekadar penghasilan yang dituju, tetapi makna, arti dan manfaat dari pekerjaan tersebut atau memang dijalankan dengan syukur dan happy tetapi melakukan suatu hoby yang merupakan bentuk passion sesungguhnya sebagai penyeimbang dalam kehidupan.

Perjalanan selama 3 tahun (tergantung sudut pandang, bisa jadi sebentar, bisa jadi lama) menikmati relationship yang terjalin secara menakjubkan antara saya pribadi sebagai fasilitator dan helper bagi para klien, dari hati yang terdalam saya merasakan bukan sekadar menjalankan pekerjaan dan profesi dalam bidang Finger Print Analysis, tetapi barangkali penggambaran yang tepat adalah sungguh suatu karunia yang besar sehingga dapat mengenal banyak orang dengan berbagai macam karakteristik.

Mereka berasal dari berbagai macam ragam dan kalangan serta beragam profesi. Bukan tipe sidik jari seperti apa yang akan menjadi sukses dan berhasil. Semua tipe sidik jari berkesempatan sama untuk sukses dan berhasil. Hanya cara pencapaiannya yang berbeda. Mengenai cara pencapaian, akan kami bahas pada tulisan berikutnya 

Jika boleh berpendapat, berdasarkan pengalaman selama 3 tahun tersebut, terlihat keberhasilan seseorang sebagian besar dikarenakan keuletan, dan doa yang kuat. Lho lalu apa hubungannya dengan sidk jari? Tunggu sebentar, hubungan dengan sidik jari, ternyata bidang yang mereka jalani tersebut berkorelasi dengan area kuat yang tergambar dari grafik report analisa sidik jari mereka. Artinya, mereka menekuni sesuatu based on their passion. Faktor keberuntungan lebih kepada sikap menerima, pasrah dan mensyukuri apa yang sudah didapat dan menjaga semangat untuk terus mengerjakan sehingga pada akhirnya bertemu dengan peluang yang lebih besar.

Satu hal, jangan lupakan faktor stimulasi. Ternyata stimulasi mereka sepanjang yang mereka terima sejak kecil bukan berupa tekanan dan tuntutan, tetapi lebih diarahkan untuk dilatih tantangan oleh orang tua mereka. Dengan kata lain, ketika tidak ada paksaan, tetapi tetap diberikan tanggung jawab dan disiplin, potensi kuat mereka muncul dengan maksimal.

Seringkali bertemu dengan orang tua yang penuh tuntutan terhadap anak (saya yakin Bapak dan Ibu bukan termasuk mereka), mereka memberi stimulasi tetapi dengan cara memaksa penuh tekanan dan tuntutan, biasanya potensi genetiknya tidak muncul. Artinya, bisa saja berprestasi, tetapi tidak sesuai dengan potensi genetik dan ketika sudah usia dewasa akan mencari dimana passionnya berada.

Sebenarnya kondisi orang tua yang menuntut lebih tersebut bukan salah mereka juga, karena kondisi hari ini yang menuntut mereka memiliki target yang lebih tinggi kepada anak mereka. Tuntutan tersebut lebih dikarenakan kondisi tekanan sosial dari masyarakat dan kondisi dunia saat ini. Semisal, contoh sederhana adalah dari sudut pandang pencapaian nilai akademik di sekolah, jika semisal pelajaran matematika tidak mendapat nilai terbagus di antara pelajaran lain, maka pandangan masyarakat umum, anak tersebut tidak pintar. Ya memang tidak pintar, maksudnya di bidang matematika, tetapi apakah dengan nilai matematika yang tidak terbagus di antara pelajaran lain menjadi patokan bahwa dia pun tidak pandai di bidang lain? Tentu tidak demikian. Kita hanya belum tahu apa sebenarnya potensi yang dapat dikembangkan dalam dirinya.

Hmmm..panjang bukan…tapi jika kita hanya mengikuti kondisi perubahan tanpa memahami kebutuhan anak, akan jadi generasi seperti apa nantinya. Baiklah akan lebih bijak jika kita fokus pada kelebihan potensi dan karakternya sehingga ketika kita ingin menstimulasi anak kita, menggunakan komunikasi yang lebih tepat sesuai karakternya dan diharapkan tidak ada unsur pemaksaan, tetapi unsur pembiasaan.

Apakah Finger Print menjamin Kesuksesan Masa Depan Seseorang?
Pertanyaan tersebut muncul hampir 75% setiap kami mengadakan workshop atau seminar atau presentasi mengenai Apa itu Analisa Sidik Jari.
Apa Analisa Sidik Jari?
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Analisa sidik jari adalah satu metode yang dipergunakan untuk memperoleh gambaran tentang cara kerja otak seseorang yang memperlihatkan potensinya yang dibawa dari lahir atau potensi genetik.  Atau dengan kata lain, secara awam lagi disebut gambaran asli atau sifat asli atau bakat alam seseorang.  Jadi bukan melihat masa depan seseorang.
Untuk anak-anak dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan pemilihan sekolah yang sesuai. Dengan memperoleh gambaran yang tepat mengenai anak, orang tua bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk anak.
Dengan demikian, Analisa sidik jari adalah salah satu alat yang lebih bersifat prediktif potensi, bukan sebagai alat diagnosa perilaku aktual.  Bukan pula alat test dan alat vonis untuk mengukur kecerdasan seseorang.
Pencapaian kondisi seseorang akan berbeda-beda sesuai dengan upaya stimulasi setiap orang.
Secara keakurasian,  85 % menunjukkan bhwa analisa sidik jari memang valid.  Valid sesuai gambaran pribadi seseorang yang sudah mengikuti analisa sidik jari.
Tapi akurasi ini bukan untuk menentukan bahwa ke depan seseorang sukses atau tidak.  Berdasarkan buku “Dahsyatnya Sidik Jari” hal. 23, metode analisa sidik jari bertujuan mengungkap potensi genetik yang bisa digunakan sebagai referensi untuk menentukan kesuksesan pada masa mendatang, bukan untuk mengetahui keadaan pada masa depan.
Apakah potensi dan potensi apa saja yang tergambar dari sidik jari?
Potensi, menurut sumber informasi dari Psikolog Pusat lembaga kami, Ibu Efnie Indriani, M.Psi,  artinya semua kemampuan yang dibawa oleh individu sejak lahir.
Inilah beberapa gambaran potensi tentang anak yang bisa diketahui dari analisa sidik jari :
1.  Kecenderungan karakter bawaan sejak lahir
2.  Cara kerja otak dalam menangkap informasi
3.  Cara kerja otak yang berkaitan dengan proses pemberian respon
4.  Potensi bakat
5.  Gaya belajar
6.  Gaya bekerja
7.  Potensi bakat
8.  Tipe atau jenis pekerjaan yang relevan dengan kepribadian
9.  Gaya berpikir
10. Potensi daya tahan terhadap stres
11. Tahapan belajar.
12. Cara menstimulasi belajar.
Dengan metode Analisa Sidik Jari, sedini mungkin anak sudah bisa diperiksa.  Sejak tahun 1685 Guard Bidloo menemukan bahwa sidik jari terbentuk di usia kandungan 13 minggu, yang pertumbuhannya bersamaan dengan pertumbuhan otak. Lalu kapan analisis sidik jari dapat dilakukan? Mulai dari bayi berusia 3 bulan sampai dengan lanjut usia.

Sidik jari bersifat unik dan permanen, tidak berubah.  Sidik jari tidak akan pernah sama, sekalipun satu jari dengan jari lainnya di tangan orang yang sama.

Untuk lebih lengkapnya, mengenai teori analisa sidik jari, akan lebih baik jika sebelumnya dapat membaca buku “Dahsyatnya Sidik Jari” karya ibu Ifa H. Misbach, M.Psi
Apa arti Sukses?
Sebelumnya dapat dilihat berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, arti kata sukses adalah
[a] berhasil; beruntung.
Menurut buku-buku pengembangan diri, seseorang sukses jika sudah tercapai dream/impian yang ditargetkan dan diinginkan dalam dirinya.  Dan target atau keinginan itu kadangkala tidak terukur hanya dengan materi.  Materi adalah alat/sarana untuk mencapainya.
Nah, jika dihubungkan dengan kesuksesan, apakah setelah mengetahui potensi tersebut lalu kita mencoba menstimulasi berdasarkan potensi yang terekam pada report tersebut, lalu menjadi jaminan bagi kesuksesan masa depan?  Bagaimana jika kita coba melihat dari sudut pandang yang berbeda?
Secara teori, sukses ditentukan oleh 2 faktor yaitu Potensi (Nature) dan Stimulasi (Nurture).
Memang dalam beberapa buku banyak disebutkan bahwa Stimulasi (Nurture) memegang peranan sampai 80%.  Tetapi baru-baru ini, ada sebuah penelitian yang mengatakan perbandingan antara pengaruh nature dan nurture seseorang adalah Nature 49,1%,nurture 50,9%.
Di awal tulisan sudah disebutkan bahwa Berdasarkan buku “Dahsyatnya Sidik Jari” hal. 23, metode analisa sidik jari bertujuan mengungkap potensi genetik yang bisa digunakan sebagai referensi untuk menentukan kesuksesan pada masa mendatang, bukan untuk mengetahui keadaan pada masa depan.
Jadi dalam hal ini finger print analysis hanya berperan sebagai peta gambaran potensi saja yang dapat  mengarahkan seseorang.

Dahsyatnya Sidik Jari, Menguak Bakat dan Potensi untuk Merancang Masa Depan Melalui Fingerprint Analysis, oleh Ifa H. Misbach (Psikolog) dan Tim Psikobiometrik Research, Penerbit Visimedia.

Pertanyaan klasik yang sering muncul adalah apakah kepribadian seseorang itu lebih dominan dipengaruhi oleh sifat bawaan (nature) atau lingkungan (nurture). Nature mewakili warisan biologis seseorang, sedangkan nurture mewakili pengalaman lingkungannya. Perkembangan tahapan setiap anak manusia tidaklah hanya dapat dijelaskan oleh nature saja ataupun nurture saja. Namun ada perbedaan faktor mana yang paling dominan mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang dari dua faktor tersebut.

Dalam konteks nature, kepribadian seseorang dipengaruhi oleh struktur genetis. Pengaruh nature bersifat genetis, berkaitan dengan struktur DNA yang bersifat menurun. Setiap anak terlahir dengan ragam kombinasi struktur DNA yang diwarisi dari oranguanya. Dengan demikian, wajar jika setiap anak yang terlahir tidaklah sama. Perbedaannnya bukan hanya terlihat pada wujud fisik, tetapi juga secara karakteristik, yang muncul akibat kerja struktur biologis yang memiliki kekhasan masing-masing.

Struktur genetis seseorang merupakan cetak biru (blue print) kekuatan dan kelemahan seseorang serta merupakan “kode” setiap individu sebagaimana adanya. Dengan memecahkan kode genetis tersebut, berarti seseorang telah mendapatkan informasi yang sangat akurat mengenai siapa dirinya sebenarnya. Kode genetis mencerminkan kepribadian nature seseorang yang merupakan inti padat dari sifat-sifat yang mencerminkan esensi unik setiap manusia, yang dinamakan trait. Menginterpretasikan kode genetis akan membantu seseorang mengenali jati diri secara lebih akurat dan presisi. Dengan mengenali jati diri, seseorang akan tahu bagaimana memandang tujuan hidup.

Ketimbang mencari tahu jati diri dengan metode-metode eksperimen yang melelahkan, ada baiknya kita berusaha untuk “lansung membaca” kode genetis yang ada dalam diri kita. Kita terlahir bersama kode genetis tersebut. Penelitian neuroscience (otak dan fungsinya), ilmu genetika, dermatoglyphics, dan ilmu psikologi perkembangan semakin memperkuat interpretasi untuk mendapatkan referensi yang akurat siapa sesungguhnya diri kita. Namun terkadang mengetahui kode genetis membuat kita untuk cenderung memberikan diagnosis prematur atau self-fulfilling dan hal tersebut perlu diantisipasi sejak awal.

http://testsidikjari.com/

Nama : Yoelan noviana L

NPM : 10508240

Kelas : 4PA03

 

 

 

 

 

1. jelaskan sejarah internet!

Penjelasan Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

KejadianPenting :

Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon “@” juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.

 

2. komponen apa saja yang di butuhkan untuk melakukan konfirurasi internet?

komponen yang dibutuhkan untuk konfigurasi internet :

komponen-komponen untuk melakukan konfigurasi internet, antara lain:
• Seperangkat komputer, misal PC atau laptop
• Modem yang sesuai dengan perangkat komputer, contoh dengan kecepatan kpbs tertentu
• Saluran telepon yang memiliki kualitas suara yang baik.
• Software komunikasi dan protokol TCP/IP
• Menjadi anggota dari suatu IS
• Software aplikasi Internet, contohnya Web Browser, Mail, FTP, dan lain sebagainya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet

 

 

Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi seseorang dapat berbeda-beda. Dalam kehadiran seseorang dalam lingkungan hal itu sangat tergantung pada:

  1. Jati diri yang merupakan refleksi dari egoisme seseorang, yakni dari kepercayaan diri, kemandirian maupun keyakinan akan kompetensi maupun perasaannya dalam kehidupan.
  2. Empati yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami perasaan orang lain dalam sistem sosial dimana dia berada. Dengan empati seseorang akan berusaha untuk “kompromi” dalam menyesuaikan diri dengan sistem sosial dimana dia berada.
  3. Altruisme yakni sikap dan perilaku untuk berusaha menolong orang lain, bahkan kadang-kadang dengan mengesampingkan keperluan diri sendiri.

nama : Yoelan noviana L

npm : 10508240

kelas : 3PA03

Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan intergrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Definisi konflik

Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.

  1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
  2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
  3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  4. Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
  5. Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
  6. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
  7. Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
  8. Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (Folger & Poole: 1984).
  9. Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341).
  10. Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda (Devito, 1995:381)

Konflik Menurut Robbin

Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  1. Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
  2. Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View. Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi. Dengan kata lain, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan inovasi atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.
  3. Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis – diri, dan kreatif.

Konflik Menurut Stoner dan Freeman

Stoner dan Freeman(1989:392) membagi pandangan menjadi dua bagian, yaitu pandangan tradisional (Old view) dan pandangan modern (Current View):

  1. Pandangan tradisional. Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan. Konflik biasanya disebabkan oleh kesalahan manajer dalam merancang dan memimpin organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, manajer sebagai pihak manajemen bertugas meminimalisasikan konflik.
  2. Pandangan modern. Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan, persepsi, nilai – nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama.

Konflik Menurut Myers

Selain pandangan menurut Robbin dan Stoner dan Freeman, konflik dipahami berdasarkan dua sudut pandang, yaitu: tradisional dan kontemporer (Myers, 1993:234)

  1. Dalam pandangan tradisional, konflik dianggap sebagai sesuatu yang buruk yang harus dihindari. Pandangan ini sangat menghindari adanya konflik karena dinilai sebagai faktor penyebab pecahnya suatu kelompok atau organisasi. Bahkan seringkali konflik dikaitkan dengan kemarahan, agresivitas, dan pertentangan baik secara fisik maupun dengan kata-kata kasar. Apabila telah terjadi konflik, pasti akan menimbulkan sikap emosi dari tiap orang di kelompok atau organisasi itu sehingga akan menimbulkan konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, menurut pandangan tradisional, konflik haruslah dihindari.
  2. Pandangan kontemporer mengenai konflik didasarkan pada anggapan bahwa konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan sebagai konsekuensi logis interaksi manusia. Namun, yang menjadi persoalan adalah bukan bagaimana meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya secara tepat sehingga tidak merusak hubungan antarpribadi bahkan merusak tujuan organisasi. Konflik dianggap sebagai suatu hal yang wajar di dalam organisasi. Konflik bukan dijadikan suatu hal yang destruktif, melainkan harus dijadikan suatu hal konstruktif untuk membangun organisasi tersebut, misalnnya bagaimana cara peningkatan kinerja organisasi. Konflik Menurut Peneliti Lainn
  1. Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers, Jika komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna, maka dalam proses itu, pasti ada konflik (1982: 234). Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan, 1993:341). Konflik tidak selalu diidentifikasikan sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga diidentifikasikan sebagai ‘perang dingin’ antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah.
  2. Konflik tidak selamanya berkonotasi buruk, tapi bisa menjadi sumber pengalaman positif (Stewart & Logan, 1993:342). Hal ini dimaksudkan bahwa konflik dapat menjadi sarana pembelajaran dalam memanajemen suatu kelompok atau organisasi. Konflik tidak selamanya membawa dampak buruk, tetapi juga memberikan pelajaran dan hikmah di balik adanya perseteruan pihak – pihak yang terkait. Pelajaran itu dapat berupa bagaimana cara menghindari konflik yang sama supaya tidak terulang kembali di masa yang akan datang dan bagaimana cara mengatasi konflik yang sama apabila sewaktu – waktu terjadi kembali.

Teori-teori konflik

Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.

Faktor penyebab konflik

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.

Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakangkebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat  menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik,ekonomi,sosial dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

  • Perubahan-perubaha nnilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

Jenis-jenis konflik

Menurut dahrendrof, konflik dibedakan menjadi 4 macam :

  • konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • konflik antar atau tidak antar agama
  • konflik antar politik.

Akibat konflik

Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :

  • meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  • keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
  • perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
  • kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
  • dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:

  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk “memenangkan” konflik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan “kemenangan” konflik bagi pihak tersebut.
  • Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.

Contoh konflik

  • konflik vietnam berubah menjadi perang.
  • konflik timur tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik israel dan palestina.
  • Konflik Katolik-Protestan di irlandia utara memberikan contoh konflik bersejarah lainnya.
  • Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis. Ini termasuk konflik Bosnia-Kroasia (lihat kosovo), konflik di rwanda, dan konflik di kazakhstan.

Nama : Yoelan Noviana Listyanti

NPM : 10508240

Kelas : 3 PA 03

Agregat merupakan sekumpulan individu yang tidak berinteraksi satu sama lain, tetapi suatu agregat juga dapat berubah menjadi sebuah kelompok. Contoh agregat misalnya sekumpulan individu dalam bus kota, dimana satu sama lain tidak saling mengenal dan berinteraksi. Lalu lama kelamaan bisa memulai interaksi dan saling mengenal, lambat laun pun dapat menjadi sebuah kelompok.

Agregat tidak memiliki struktur tertentu, sedangkan kelompok memiliki bentuk organisasi yang definitif dan anggotanya berhubungan satu sama lain. Agregat bersifat relatif pasif, orang – orang di dalam agregat seringkali melupakan orang –orang disekitarnya.

Perbedaan massa dengan agregat adalah banyaknya individu, jumlah individu dalam agregat hanya sebagian dari jumlah massa ( massa lebih banyak ), massa terorganisir sedangkan agregat tidak terorganisir dan tidak saling mengenal satu sama lain, biasanya agregat tidak saling menyadari keberadaan satu sama lain sedangkan massa sebaliknya.

Nama : Yoelan Noviana Listyanti

NPM : 10508240

Kelas : 3 PA 03

perbandingan teori-teori

KONSEP
BEHAVIOR
KOGNITIF
HUMANISTIK
SIBERNETIK
PENGER-TIAN
Belajar: perubahan perilaku, bila mampu menunjukkan perubahan perilaku;
Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (yang tidak selalu berupa perubahan perilaku)
Tujuan ”memanusiakan manusia”, lambat laun dapat mengaktualisa-sikan dirinya, eklektif.
Berkembang sejalan dengan ilmu informasi. Belajar adalah pengo-lahan informasi.
PEMBE-LAJARAN
Stimulus dan respon, apa yang terjadi pada diri indi-vidu tidak diperhatikan faktor lain penguatan atau “reinforcement” (positif dan negatif); Pelopor : Pavlov, Thorndike, Skinner, Guthrie, Hull, Watson.
Setiap orang telah mempunyai pengalaman dan penge-tahuan didalam dirinya, dan tertata dalam bentuk “struktur kognitif”, pembelajaran akan berhasil bila materi baru bersinambung dengan stuktur kognitif yang sudah ada. Ada tiga teori (1) Perkembangan Piaget, (2) Kognitif Bruner, dan (3) Bermakna Ausubel
Terwujud teori Bloom dan Krathwohl (taksonomi: kognitif, afektif, dan psikomotor) ; Kolb dengan “belajar 4 tahap: konkrit, aktif reflektif, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif); Honey dan Mumford (dengan 4 Tipe Mhs: aktifis, reflektor, teoris, dan prag-matis); Habermas (dengan 3 Tipe Belajar: Teknis, Praktis, dan Emansipatoris)
Pembelajaran berlang-sung sejalan dengan “Sistem informasi”. Tidak ada satu pun  cara belajar ideal untuk segala situasi. Landa (pendekatan “algorit-mik”,dan “heuristik); Pask dan Scott (tipe mhs : “wholist”, dan “serialist”).
KRITIK
Kurang mampu menjelas-kan proses belajar yang kompleks; hasil belajar tidak hanya bisa obervable terlalu menyederhanakan masalah belajar yang se-sungguhnya, tidak semua hasil belajar bisa diamati.
Lebih dekat kepada Psikologi daripada teori belajar, aplikasi dalam pembelajaran tidak mu-dah. Kurang bisa memahami struktur kognitif mhs, apalagi kalau dipilah menjadi bagian yang diskrit. Pada tahap lanjut (advanced) sulit memahami dan mengidentifikasi pengetahuan dan pengalaman mhs yang sudah ada dan dimiliki.
Sukar diterapkan dalam konteks yang lebih praktis. Terlau dekat dengan dunia filasafat.
Karena lebih menekan-kan kepada sistem in-formasi yang akan di-pelajari, kurang terha-dap proses pembela-jaran berlangsung. Sulit untuk dipraktekkan
KONSEP
BEHAVIOR
KOGNITIF (Piaget)
HUMANISTIK
SIBERNETIK
APLIKASI
  1. Menentukan tujuan
  2. Materei pelajaran
  3. Mengkaji sistem informasi (materi)
  4. Menyusun sesuai de-ngan sist. Informasi
  5. Menyajikan materi dan membimbing mhs dengan pola sesuai materi pela-jaran
  6. Menentukan tujuan
  7. Menentukan materi pelajaran
  8. Menentukan topik-topik yang mungkin dipelajari secara aktif (dengan bimbingan minimum dari dosen)
  9. Menentukan dan merancangkegiatan belajar yang cocok untuk topik-topik yang kaan dipelajari mahasiswa.
  10. Mempersipakan pertanyaan yang dapat memacu kreatifitas mahasiswa untuk berdiskusi atau bertanya.
  11. Mengevaluasi proses dan hasil belajar
  12. Menentukan tujuan instr.
  13. Menentukan materi pelajaran
  14. Mengidentifkasi “entry behavior” mahasiswa
  15. Mengidentifikasi topik-topik
  16. Mendesain wahana yang akan digunakan untuk belajar
  17. Membimbing mahasiswa belajar secara aktif
  18. Membimbing mahasiswa memahami hakekat makna dan pengalaman belajar
  19. Membimbing mahasiswa membuat konseptualisasi pengalaman tersebut
  20. Membimbing mahasiswa sampai mampu mengaplikasi-kan konsep-konsep baru ke situasi baru.
10.  Mengevaluasi proses dan hasil belajar

Nama : Yoelan Noviana Listyanti

NPM : 10508240

Kelas : 3 PA 03